Showing posts with label Kisah Sukses. Show all posts
Showing posts with label Kisah Sukses. Show all posts

Mengoptimalkan Strategi Penetapan Harga

Wednesday, July 1, 2009 Writen by Gaza 3 komentar
Nona Shyam Badan Shrestha, telah membagi pengalamannya dalam Seminar BizMantra yang belum lama ini berlangsung

Nona Shyam Badan Shrestha adalah Direktur Eksekutif Nepal Knotcraft Centre (NKC). NKC adalah pelopor pusat kerajinan tangan yang didirikan 22 tahun yang lalu untuk meningkatkan pekerjaan dan mengandalkan pada kemampuan diri sendiri bagi para wanita tuna sosial dan ekonomi di daerah-daerah perkotaan Nepal. Pusat tersebut yang hanya dimulai dengan beberapa orang wanita yang menghasilkan barang-barang macrame, kini telah memperluas peluang pekerjaan untuk ratusan wanita baik didaerah perkotaan maupun didaerah pedesaan Nepal, dan telah memperluas keanekaragaman produknya termasuk boneka etnis dan barang untuk hadiah yang dibuat dari sekam jagung, serbuk gergaji daur-ulang, dan kertas nasi. Produk merek terbaru NKC, yaitu Fiber Weave Nepal, mempromosikan keanekaragaman kekayaan alam Nepal selagi menawarkan peluang pekerjaan untuk para wanita didaerah pedesaan yang membuat mereka independen secara ekonomi. NKC mengekspor produknya terutama ke Jepang dan Amerika Serikat.

BizMantra, SME Toolkit di Nepal, menyelenggarakan sejumlah lokakarya promosi secara berkala untuk membiasakan UKM Nepal dengan versi Toolkit orang Nepal ( www.bizmantra.org ) dan untuk membantu meningkatkan proses bisnis mereka. Nona Shrestha telah mengambil bagian dalam Lokakarya Promosi BizMantra yang diselenggarakan bersama Women Entrepreneurs Association of Nepal (WEAN).

Setelah lokakarya tersebut, Nona Shrestha mengunjungi website BizMantra (www.bizmantra.org ). Ia membaca bagian akuntansi dan pemasaran dari Toolkit dan berhasrat kuat untuk mengetahui apakah strategi penetapan harganya sudah tepat dan sistem akuntansinya sudah efektif.

Nona Shrestha kemudian berkunjung ke BizMantra untuk konsultasi. Ia mengakui bahwa walaupun ia adalah salah satu pengusaha yang terkemuka di Nepal, namun pengetahuan akuntansinya masih lemah. Tuan Sailesh Man Shrestha, seorang konsultan BizMantra, mengkaji ulang harga produk-produknya dan menjumpai bahwa penetapan harganya kurang optimal.

Nona Shrestha dan timnya telah menghitung segala biaya produk dengan memasukkan biaya bahan mentah dan upah. Kemudian mereka menetapkan harga semua produk dengan kenaikan harga 40%. Namun demikian, mereka tidak menghargai waktu yang dikeluarkan, biaya litbang, dan segala pengeluaran rupa-rupa lainnya.

Nona Shrestha menjelaskan bahwa NKC perlu mengubah penetapan harganya untuk setiap lini produk khusus, dan bahwa dalam kenyataannya perusahaan telah terlampau rendah menetapkan sebagian dari produk-produknya.

Dengan bantuan BizMantra, Nona Shrestha mempertimbangkan seluruh pengeluaran langsung dan tidak langsung (biaya bahan mentah, upah, biaya litbang, dan segala pengeluaran rupa-rupa lainnya) dalam menghitung biaya keseluruhan dari setiap produk. Dianjurkan bahwa ia menurunkan harga semua produk yang kompetitif di pasar dan yang telah tersedia untuk waktu yang lama, dan bahwa ia menaikkan harga semua produk unik dan eksklusif dengan hampir 300%. Pada awalnya, ia ragu-ragu mengenai peningkatan harga, akan tetapi ia mengadopsi kebijakan penetapan harga baru sebagaimana dianjurkan oleh BizMantra. Hasilnya: pertumbuhan dalam pendapatan, keuntungan lebih tinggi dan tidak adanya kerugian dalam voluma penjualan.

BizMantra pada saat ini sedang membantu NKC dengan manajemen organisasi secara menyeluruh. Sebagian dari pencapaian mereka baru-baru ini mencakup:

• BizMantra membantu NKC meluncurkan ruang pameran produk seratnya di Kupondole, Patan.

• BizMantra mempromosikan produk NKC pada dua pameran:

• Pekan raya yang diadakan oleh Federation of Nepalese Cottage and Small Industries (FNCSI) dari tanggal 9 hingga 12 Desember 2005 di Bhrikuti Mandap. Pada pekan raya ini NKC menghasilkan penjualan dengan jumlah Rs. 2770.

• Pekan raya di Patan yang diadakan dari tanggal 16 hingga 19 Desember 2005 . Jumlah pendapatan Rs. 5499 telah dihasilkan dalam pekan raya ini.

• BizMantra merancang dan mengembangkan website untuk NKC ( www.nepalknotcraftcentre.com.np ), yang diperbarui secara teratur.

• BizMantra membimbing NKC mengenai cara yang terbaik untuk mempromosikan diri sendiri pada Pameran Dagang Kerajinan Tangan ke 7, yang diadakan dari tanggal 23 Februari 2006 hingga 27 Februari 2006. NKC menghasilkan jumlah pendapatan Rs. 19.090.

Nona Shrestha menjelaskan, "BizMantra adalah pendukung yang besar sekali bagi SME dalam memperlancar segala persoalan yang berhubungan dengan pengelolaan.”

http://indonesia.smetoolkit.org
Shortcut

Chyntia Venika, Usahawan Muda Indonesia, Top Leader Dunia

Tuesday, June 30, 2009 Writen by Gaza 3 komentar

CHYNTIA Venika, 32, adalah sebuah kisah sukses. Lihatlah, majalah "Global Success" terbitan Swedia edisi Agustus 2008 menempatkan pemudi Indonesia ini, sebagai orang kesembilan paling top di dunia dalam mengembangkan bisnis multi level marketing/MLM. Ia dianggap sukses mengembangkan bisnis produk kecantikan dan perawatan tubuh bermerek "Oriflame".

"Saya selalu berusaha mewujudkan mimpi dengan sebuah tekad kuat," tutur Cynthia ketika ditemui usai memberikan presentasi seputar bisnis MLM produk Oriflame kepada puluhan ibu rumah tangga di Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini.

Cynthia, wanita lajang kelahiran Muntok, Provinsi Bangka Belitung didapuk sebagai Top Leader di Asia dalam mengembangkan bisnis produk produk kecantikan dan peratawan tubuh bermerek "Oriflame". Ia berhasil membangun jaringan dengan 200.000 konsultan produk Oriflame di Nusantara.

Wanita yang mengaku berpenghasilan Rp 200 juta per bulan itu, bisnis MLM yang digelugutinya sejak 1997 awalnya hanya coba-coba. Ia kemudian terinspirasi oleh kesuksesan beberapa upline dari kalangan perempuan yang berhasil membina rumah tangganya, sekaligus karir, hingga sering bertamasya keliling dunia. Itu yang antara lain membuat keyakinan Cynthia bertambah kuat untuk bisa sukses seperti mereka.

"Apalagi bisnis seperti ini sebuah pekerjaan mudah, karena tidak membutuhkan modal besar serta tak terikat dengan waktu, selain tidak mengenal batasan usia," tutur Senior Executif Directors Oriflame Indonesia tersebut.

Kepada kalangan ibu rumah tangga dan wanita muda di Indonesia, Cynthia memberikan tips untuk tidak menyia-nyiakan waktu luangnya dengan melakukan hal-hal yang berguna, seperti menggeluguti bisnis MLM. Mulailah dari sekarang maju membangun masa depan dengan menggeluguti pekerjaan apa saja yang bisa menambah keuangan rumah tangga.

"Kunci keberhasilannya yaitu begitu ada niat segera laksanakan dan terus laksanakan hingga tercapai kepuasan. Tapi, harus diingat untuk memasuki bisnis MLM yang menjanjikan masa depan, perlu mencermati mana yang managemen organisasinya bagus serta memiliki produk berkualitas dan inovatif," kata perempuan yang senang seafood ini.

Wanita 12 bersaudara dari keluarga kurang mampu ini mengaku siap membantu siapa saja yang ingin bergabung dengan bisnis yang digelutinya guna menjadi orang-orang sukses. Sebab menurut dia, ilmu dan pengalaman yang bernilai positif perlu dibagi kepada semua orang untuk mencapai kesuksesan bersama.

"Saya selalu menceritakan kisah-kisah sukses tentang bagaimana bisnis MLM yang saya geluguti ini telah mengubah hidup banyak orang, termasuk diri saya sendiri," kata perempuan yang sudah berkeliling ke lebih 30 negara itu.

http://www.indonesiaontime.com

Meneruskan usaha keluarga

Writen by Gaza 0 komentar

Inilah kisah pengusaha sukses Ciputra yang akrab dipanggil Pak Ci dalam sebuah forum Family Business yang kami selenggarakan. Dalam rangka mempersiapkan generasi ketiga, Pak Ci telah mempersiapkan semacam kontrak keluarga (family contract), yang akan dibuat secara tertulis.

Dalam perjanjian tersebut antara lain disebutkan bahwa bila seorang anggota keluarga ingin meninggalkan perusahaan, dia tidak bisa menjual sahamnya tanpa persetujuan anggota keluarga yang lain. Bila dia ingin mendirikan usaha dalam bidang yang sama, dia hanya boleh jadi direksi, tidak jadi komisaris.

Menurut Pak Ci, perjanjian-perjanjian seperti ini harus dilakukan justru pada saat seluruh anggota keluarga masih sehat dan mampu. Setiap 1 atau 2 bulan sekali diadakan rapat keluarga, serta rapat dengan para profesional sebulan sekali.

Untuk generasi ketiga, Pak Ci mensyaratkan bahwa sebelum bekerja dalam perusahaan, mereka harus memiliki pengalaman bekerja di luar sekurang-kurang 3 tahun, dan bila sudah masuk dalam perusahaan akan ditempatkan di tempat yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki.

Menurut Pak Ci, generasi kedua yang masuk ke dalam perusahaan harus qualified dan bersikap profesional, dan harus patuh pada jam kerja yang telah ditetapkan. Jika mereka tidak mampu untuk memenuhi kriteria-kriteria di atas, mereka disarankan untuk bekerja di perusahaan lain atau tidak usah bekerja, cukup jadi komisaris, sebab kalau dia tidak qualified dan masuk di perusahaan dan jadi direktur, seluruh perusahaan dapat hancur. Guna membantu mewujudkan family governance, Pak Ci tidak segan-segan untuk meminta bantuan konsultan independen.

Secara umum sebuah perusahaan keluarga akan melewati empat tahapan, yaitu pengembangan, pengelolaan, transformasi, dan keberlanjutan. Perkembangan perusahaan keluarga bermula dari close-circle family atau immediate family sang pendiri. Berikutnya, ketika perusahaan mulai tumbuh, generasi kedua dan extended family mulai masuk, bahkan menjadi the dynasty of family. Selanjutnya perusahaan keluarga yang bisa survive mulai mengalami professional influx. Saat mencapai kematangan (maturity) dan stabil, peran profesional diperlukan untuk menangani perusahaan.

Bila berhasil mencapaui tahap ini, kemampuannya bersaing telah terbukti. Namun perusahaan tidak boleh berpuas diri. Perubahan akibat globalisasi, persaingan yang mematikan, teknologi yang maju dan cepat usang, perubahan iklim, dan krisis ekonomi global akan berdampak bagi perusahaan keluarga.

Tugas penerus

Apa pun perubahan yang terjadi, setiap pendiri dan pemilik perusahaan keluarga pastilah ingin agar perusahaan yang telah dibangunnya dengan susah payah mampu bertahan dan semakin berjaya meskipun sang pemilik telah meninggalkan perusahaan. Menjadi tugas generasi peneruslah untuk mewujudkan cita-cita sang pendiri ini.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memutuskan apakah dia ingin bergabung dengan perusahaan keluarga atau tidak. Sebuah keputusan yang tidak mudah karena pertimbangan kewajiban terhadap keluarga, ketidaksenangan karyawan, persaingan antarsaudara, dan sederet pertimbangan lainnya.

Bila generasi penerus merasa mantap untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan, pertama-tama perlu dilakukan evaluasi menyangkut proses pengambilan keputusan, prioritas jangka pendek demi kelangsungan perusahaan jangka panjang, perubahan dalam hubungannya dengan keluarga, moral karyawan, serta visi dan misi perusahaan.

Ke dalam keluarga sendiri, bila generasi penerus mampu mengelola potensi konflik dalam anggota keluarga dengan baik, keikutsertaan anggota keluarga lain dalam perusahaan juga dapat meningkatkan harmoni. Kebersamaan, bahu-membahu dalam membangun perusahaan keluarga akan mempererat tali kekeluargaan.

Generasi penerus berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Hal ini akan dapat membantu mereka mendapatkan penerimaan dan kredibilitas di mata karyawan perusahaan keluarga.

Penerimaan dan kredibilitas dapat menjadi kunci diperolehnya legitimasi, di mana seseorang mencapai sebuah posisi kekuasaan dan wewenang dengan memperoleh kepercayaan diri dan juga kepercayaan dari orang lain untuk memberikan kontribusi yang signifikan.

Legitimasi ini selanjutnya dapat menjadi modal yang dapat dimanfaatkan bagi kesuksesan sang penerus, di mana dia dapat menjalankan tugas-tugas strategis dan memperoleh kepercayaan untuk menduduki kursi kepemimpinan menggantikan generasi senior.

Pengalaman generasi penerus bekerja di luar perusahaan keluarga sebelum bergabung dalam perusahaan keluarga, akan memberi nilai tambah. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa generasi penerus yang bergabung dengan perusahaan keluarga setelah memiliki pengalaman bekerja di tempat lain ternyata diterima dengan baik oleh para karyawan perusahaan keluarga.

Mereka juga memperoleh insight yang sangat berharga mengenai dasar-dasar operasi sebuah perusahaan sehingga meningkatkan kredibilitas yang dimiliki, yang diperoleh dengan adanya pengalaman yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan suatu tugas lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

Ada kalanya generasi muda memutuskan bergabung dengan perusahaan keluarga sebagai cara cepat dam mudah mendapatkan pekerjaan pemilik/pemimpin perusahaan pun seringkali mau menerima dengan alasan hubungan keluarga.

Namun, jika generasi penerus ini tidak kompeten, tidak mau belajar, bekerja keras, dan tidak mampu bekerja sama dengan orang lain, maka cepat atau lambat dia akan mendapatkan kesulitan. Posisinya tidak lagi aman. Perusahaan yang baik tidak mungkin menerima dan mempertahankan orang-orang yang tidak kompeten, yang mengancam eksistensi perusahaan.

Inilah tantangan yang dihadapi oleh generasi penerus, menjadikan perusahaan keluarga menjadi perusahaan yang profesional yang akhirnya menjadi perusahaan berkelas dunia dan sekaligus mematahkan mitos yang selama ini terkenal melekat dalam perusahaan keluarga, yaitu generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan.

bisnis.com